Harga beras, bensin, dan LPG 12 kg naik secara bersamaan dalam sepekan ini. Presiden menilai bahwa kenaikan harga beras karena ada ulah nakal dari sejumlah pihak. Sementara kenaikan harga Premium dan gas, menurut sumber Pertamina karena dipengaruhi fluktuasi harga pasar dunia.
Sebagaimana diketahui harga beras naik di sejumlah pasar induk di Indonesia. Harga beras naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.000 dalam sepekan terakhir. Hal ini juga berlaku di sebagian besar wilayah Jawa.
Menurut Bulog kenaikan harga beras tersebut disebabkan oleh kurangnya pasokan beras.
Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh persolaan distribusi, Tempo.co Minggu, (1/3/2015) melaporkan.
Sehari sebelumnya ketika Presiden Jokowi blusukan di pasar Rawamangun Jakarta mengatakan, “"Feeling saya mengatakan ini ada juga yang mau bermain, ada yang mau bermain dengan tujuan agar kita impor," kata Jokowi kepada detik.com, Sabtu (28/2/2015).
Namun Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menilai bahwa pemerintah juga turut menjadi penyebab kenaikan beras saat ini. Menurut Syarkawi Rauf , sebagaimana diberitakan Merdeka, Minggu (1/3/2015) rencana pemerintah untuk menggantikan raskin dengan e-money membuat sejumah oknum memainkan stok dan harga beras. Oknum tersebut, menurut Rauf, menganggap rencana pemerintah tersebut tidak tepat.
Di saat bersamaan harga premium non bersubsidi di wilayah Jawa Bali juga naik dari Rp 6.700 menjadi Rp 6.900 / liter. Pertamina menetapkan harga baru premium nonsubsidi itu berlaku pada Minggu, 1 Maret 2015.
Kenaikan harga premium kali ini disebabkan oleh naiknya harga minyak sepanjang Februari lalu di pasar pasar Singapura (MOPS).
Kenaikan harga beras dan harga minyak juga disertai dengan kenaikan harga gas 12 kg. Harga gas LPG 12 kg naik sebesar Rp 5.000 dari Rp 129 ribu per tabung menjadi Rp 134 ribu per tabung.
Menurut Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, sebagaimana dilaporkan Liputan 6 Minggu (1/3/2015), keputusan pertamina menaikan harga LPG 12 kg dikarenakan kenaikan harga bahan baku LPG yang mengacu Contract Price (CP) Aramco.
Sebagaimana diketahui harga beras naik di sejumlah pasar induk di Indonesia. Harga beras naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.000 dalam sepekan terakhir. Hal ini juga berlaku di sebagian besar wilayah Jawa.
Menurut Bulog kenaikan harga beras tersebut disebabkan oleh kurangnya pasokan beras.
Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh persolaan distribusi, Tempo.co Minggu, (1/3/2015) melaporkan.
Sehari sebelumnya ketika Presiden Jokowi blusukan di pasar Rawamangun Jakarta mengatakan, “"Feeling saya mengatakan ini ada juga yang mau bermain, ada yang mau bermain dengan tujuan agar kita impor," kata Jokowi kepada detik.com, Sabtu (28/2/2015).
Namun Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menilai bahwa pemerintah juga turut menjadi penyebab kenaikan beras saat ini. Menurut Syarkawi Rauf , sebagaimana diberitakan Merdeka, Minggu (1/3/2015) rencana pemerintah untuk menggantikan raskin dengan e-money membuat sejumah oknum memainkan stok dan harga beras. Oknum tersebut, menurut Rauf, menganggap rencana pemerintah tersebut tidak tepat.
Di saat bersamaan harga premium non bersubsidi di wilayah Jawa Bali juga naik dari Rp 6.700 menjadi Rp 6.900 / liter. Pertamina menetapkan harga baru premium nonsubsidi itu berlaku pada Minggu, 1 Maret 2015.
Kenaikan harga premium kali ini disebabkan oleh naiknya harga minyak sepanjang Februari lalu di pasar pasar Singapura (MOPS).
Kenaikan harga beras dan harga minyak juga disertai dengan kenaikan harga gas 12 kg. Harga gas LPG 12 kg naik sebesar Rp 5.000 dari Rp 129 ribu per tabung menjadi Rp 134 ribu per tabung.
Menurut Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, sebagaimana dilaporkan Liputan 6 Minggu (1/3/2015), keputusan pertamina menaikan harga LPG 12 kg dikarenakan kenaikan harga bahan baku LPG yang mengacu Contract Price (CP) Aramco.

0 komentar:
Posting Komentar